Mita Reigina On Jumat, 27 September 2013

http://2.bp.blogspot.com/-R-6eHy7hJPU/UYYLaVUUEBI/AAAAAAAAhDQ/xDLPHJqDEAo/s320/hQrWiVk.png 
 Romaji : 
Sono yume wa  kokoro no ibasho
Inochi yori koware yasuki mono
Nando demo sutete wa mitsuke
Yasuraka ni saa nemure
Myakuutsu shoudou ni  negai wa okasare
Wasurete shimau hodo  mata omoidasu yo
Kono utsukushiki zankoku na sekai de wa
Mada ikiteiru koto "Naze" to tou bakari de...
Aa bokutachi wa kono tsuyosa  yowasa de
Nani wo mamoru no darou  mou risei nado
Nai naraba

English :
That dream is where my heart belongs,
and it's something more fragile than my life.
Again and again, I abandoned and then rediscovered it.
Now sleep peacefully.
With my wish being ravished by my pounding heartbeats,
as soon as I'm on the verge of forgetting it, I immediately recall it.
In this beautiful cruel world,
we merely keep on asking "why" we're alive and living...
Ah, with this strength and this weakness,
if we no longer possess any rationality,
just what are we protecting?

Indonesia : 
Mimpi itu adalah dimana hati milikku
Dan itu adalah sesuatu yang rapuh dalam hidupku
Lagi dan lagi, aku ditinggalkan dan kemudian ditemukan kembali
 Sekarang tidur dengan nyenyak
Dengan keinginanku sedang ditidurkan oleh detak jantuk yang berdebar
Setelah aku ada diambang melupakan itu, aku langsung teringat
Di dunia yang yang indah kejam
Kita harus bertanya "Kenapa" kita masih hidup dan terus hidup
Ah, dengan kelemahan dan kekuatan ini
Jika kita tidak lagi memiliki rasionalitas apapun 
Hanya, apa yang kita lindungi ?









Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Laman

Diberdayakan oleh Blogger.